Indikator Bolinger Band



Bollinger bands merupakan salah satu dari beberapa indikator yang sering digunakan oleh kalangan trader dunia baik di Trading Saham maupun Trading Forex. Sangat variatif sekali strategi trading yang ada saat ini menggunakan Bollinger bands sebagai dasar pengambilan keputusan transaksi, termasuk yang sudah berbentuk AFL di Amibroker atau Expert Advisor (robot). Diantara sistem trading tersebutpun tidak sedikit yang sukses menghasilkan keuntungan secara konsisten, dan hal itu merupakan tujuan dari penulisan artikel Bollinger bands kali ini.

Sebelum kita membahas strategi trading berdasarkan Bollinger bands, tentu diperlukan pemahaman mengenai indikator tersebut, dasar perhitungan dan bagaimana cara penggunaannya.


Apa itu Bollinger Bands?



Bollinger Bands merupakan indikator teknikal yang memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti rata-rata pergerakan harga sepanjang periode tertentu. Garis utama Bollinger Bands yang diberada di tengah gerakan (middle band) dan menjadi tolok ukur merupakan garis rata-rata pergerakan harga yang dihitung secara sederhana (simple moving average). Sementara dua garis lainnya ditempatkan pada bagian atas dan bawah (upper & lower band) dihitung berdasarkan +/- 2 standar deviasi dari garis rata-rata (MA).

Upperband = Middle band + 2 standar deviasi
Middle band= MA periode 20
Lowerband = Middle band -2 standar deviasi
(Semua ilustrasi diatas tergantung seting MA Period dan Deviasi nya)



Adapun salah contoh kondisi entry poin adalah ambil posisi buy apabila harga keluar dari upper band, dan exit apabila harga mencapai lower band / ada beberapa trader konservatif exit saat harga menembus MA 20 , namun sebelum entry pastikan pergerakan bukan sideways