Pasar Properti menengah atas over supply

BISNISSAHAM.COM – JAKARTA. Jumlah supply rumah menengah dan ruko yang lebih banyak dibandingkan demand memaksa para pengembang untuk mulai mengerem pembangunan proyek-proyek baru dan fokus pada penjualan dan menghabiskan stok yang ada.



Perhimpunan Bank Nasional mengatakan saat ini jumlah properti kelas menengah atas sudah terlau berlebih (oversupply).
Hal ini menyebabkan kredit Properti tidak terlalu optimal tumbuh.
Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional Perbanas menyampaikan saat ini sudah terjadi oversupply KPR menengah atas.
Selama ini, memang mayoritas pembeli properti segmen menengah atas adalah untuk tujuan investasi. “Dibeli saat pembangunan dan dijual kembali saat selesai,” kata Aviliani , Sabtu (4/11).
Faktor yang membuat kredit properti kelas menengah atas sulit tumbuh adalah saat ini jika membeli properti jenis ini langsung ada biaya PPn dan biaya balik nama.
Sehingga permintaan properti kelas menengah atas yang selama ini untuk spekulasi menjadi berkurang.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit properti menengah atas tidak sekencang segmen menengah bawah. Hal ini ditunjukkan oleh data terakhir September 2017.



Berdasarkan data BI, pada September 2017 pertumbuhan kredit konstruksi perumahan menengah, besar dan mewah atau tipe 70 keatas mengalami perlambatan.
Awan mendung tengah menyelimuti pasar perumahan kelas menengah dan properti komersial jenis rumah toko (ruko) di Kota kota Indonesia . Pasalnya, kini jumlah penawaran (supply) lebih banyak dibandingkan permintaan (demand). Beberapa tahun terakhir, pasokan rumah untuk masyarakat kalangan menengah dan ruko mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Sebaliknya, pada saat yang sama, pembeli justru tidak sebanyak pasokan yang ada.
Pertumbuhan kredit sektor ini naik 20,2% secara tahunan atau year on year (yoy) atau melambat dari Agustus 2017 22,1% yoy.



Perlambatan kredit rumah menengah atas ini menyebabkan kredit properti September 2017 hanya tumbuh 13,2% yoy. Angka ini sedikit melambat dari pertumbuhan Agustus 2017 13,5% yoy

Leave a Reply