Pengamat : Relaksasi LTV Harus Mempertimbangkan Pasar

BISNISSAHAM.COM – JAKARTA. Wacana akan adanya kebijakan rasio antara nilai kredit atau pembiayaan terhadap nilai agunan alias loan to value (LTV) spasial ditargetkan mampu mendongkrak sektor properti, setelah sektor properti ini melambat sejak 2014 lalu. Pengamat menyebut, dengan begitu, diharapkan pula bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tempat sektor properti tersebut berada.



Meski demikian, untuk merelaksasi LTV, bank sentral juga perlu mempertimbangkan faktor daya beli masyarakat/kondisi market secara menyeluruh . Jangan sampai, setelah dilakukan relaksasi, daya beli masyarakat tetap tidak ada.
Sehingga jangan sampai tidak ada yang beli juga. Maka bank sentral perlu melihat semua indikator, terutama indikator daya beli juga harus diperhatikan.
BI juga harus memperhatikan antara lokasi properti dengan daerah pengajuan kredit. Jika berbeda, berpotensi menimbulkan dispute. “Sebab data BI itu mengacu pada kredit yang ada di provinsi masing-masing.

Sebelumnya, ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan juga mengatakan, calon kebijakan ini bisa menimbulkan distorsi. Sebab, bisa saja tambahan relaksasi LTV di provinsi tertentu justru membuat pembelian properti di provinsi lain berpindah ke provinsi itu.

Sementara itu, Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi menyebut, LTV spasial diperkirakan bisa menggerakkan ekonomi nasional. Namun, menurutnya, diperlukan kebijakan fiskal pemerintah agar calon beleid ini dampaknya lebih terasa

Leave a Reply