Tahun 2018 Sekitar 10 Anak Usaha BUMN di targetkan akan melakukan IPO

BISNISSAHAM.COM – JAKARTA – Walaupun pencapaian anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public tahun ini masih jauh dari target, namun hal ini tidak membuat Kementerian BUMN ciut untuk mematok target yang lebih agresif lagi.



“Tahun depan ada sekitar 10 perusahaan anak usaha BUMN yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO),” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro di Jakarta, Jumat (10/11/2017).
Walaupun begitu, dirinya belum dapat merinci anak usaha BUMN yang IPO pada 2018. Perusahaan-perusahan itu masih menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018.



Pada tahun 2017 ini, sebanyak 4 anak usaha BUMN yang melakukan IPO, diantara nya PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Dan GMFI telah resmi tercatat di BEI pada 10 Oktober 2017. Sementara PT PP Presisi akan segera dicatatkan, setelah itu Wika Gedung, dan Jasa Armada Indonesia.
Pelepasan saham perdana anak usaha BUMN menjadi pilihan yang tepat ketimbang saham induk usaha yang dinilai mengalami kesulitan karena persepsi negatif publik bila IPO BUMN selalu dikaitkan dengan privatisasi. Di mana privatisasi sendiri dianggap barang haram karena menjual aset negara, padahal sejatinya aset tetapi dimiliki negara dan hanya konsesi pengelolaan saja yang dibagi dengan pihak swasta.



Leave a Reply